Perawatan Radiator Mobil Paling Efektif untuk Mencegah Overheat

Posted on

Sistem pendingin bekerja berfungsi untuk melindungi mesin dari suhu panas berlebihan. Di dalamnya ada radiator, yaitu bagian penting yang membantu membuang panas dari mesin keluar agar tetap stabil. Jika radiator jarang dirawat, mesin bisa cepat panas dan akhirnya rusak. Perawatan radiator mobil secara rutin membantu mesin tetap awet dan kendaraan bisa dipakai dengan aman.

perawatan radiator mobil
pinterest.com

Langkah-Langkah Perawatan Radiator Mobil

Jika komponen ini kotor atau rusak, mesin bisa mengalami overheating dan berujung pada biaya perbaikan yang cukup besar. Perawatan rutin membantu memastikan sistem pendingin bekerja optimal dan umur pakai mesin lebih panjang. Berikut cara merawat radiator mobil yang bisa dilakukan secara berkala.

1. Memeriksa dan Mengisi Cairan Pendingin

Cairan pendingin adalah bagian penting untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Periksa volume cairan di tangki cadangan secara rutin. Pastikan posisinya berada di antara garis batas minimum dan maksimum. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat mesin benar-benar dingin agar lebih aman.

Air biasa tidak cocok digunakan sebagai pengganti coolant. Kandungan mineral di dalam air, terutama air keran, bisa memicu karat pada bagian radiator. Karena itu, gunakan coolant yang khusus dibuat untuk radiator. Jenis cairan ini memiliki formula yang dapat mencegah korosi, meningkatkan titik didih, dan menjaga performa mesin di suhu rendah.

2. Mengganti Cairan Pendingin Secara Teratur

Cairan pendingin punya masa pakai. Seiring berjalannya waktu, kemampuan cairan untuk mencegah karat akan menurun dan kotoran dapat menumpuk. Biasanya cairan pendingin perlu diganti setiap dua tahun atau setelah menempuh sekitar 40.000 km, tergantung rekomendasi buku manual. Penggantian bisa dilakukan sendiri dengan langkah sederhana:

  1. Tunggu mesin dingin.
  2. Lepaskan tutup radiator dan baut pembuangan untuk menguras cairan lama.
  3. Tutup kembali baut pembuangan, lalu isi dengan cairan baru hingga penuh.
  4. Hidupkan mesin sebentar dengan kondisi tutup radiator terbuka untuk membuang udara yang terperangkap. Tambah lagi jika volumenya berkurang.

3. Membersihkan Radiator dari Debu dan Karat

Bagian luar radiator bisa tersumbat oleh debu, daun, atau serangga. Hambatan kecil ini dapat menurunkan aliran udara sehingga proses pendinginan tidak bekerja maksimal. Bersihkan radiator dengan air bertekanan rendah atau sikat lembut agar kisi-kisinya tetap aman.

Jika muncul karat di bagian dalam, itu bisa menjadi masalah lebih serius. Karat biasanya muncul karena penggunaan coolant yang tidak sesuai atau jarang diganti. Jika karat mulai mengganggu aliran cairan di dalam radiator, flush mungkin diperlukan.

4. Merawat Komponen yang Berhubungan dengan Radiator

Berdasarkan pengalaman @GridOto_Tips yang dibagikan di YouTube channelnya, banyak orang menganggap tutup radiator hanya sebagai penutup biasa. Padahal fungsinya sangat penting untuk menjaga tekanan di dalam sistem pendingin mobil. Jika pegas atau karet pada tutup radiator mulai rusak tekanan tidak lagi stabil dan air radiator bisa keluar lebih cepat. Bahkan membuat mesin overheat tanpa disadari. Saat akhirnya memutuskan mengganti tutup radiator, bentuk dan tekanan harus disesuaikan dengan spesifikasi mobil. Agar sistem pendingin tetap bekerja optimal dan mesin tidak bermasalah.

Perbandingan Jenis Coolant Mobil

Coolant hadir dalam beberapa jenis dengan fungsi dan masa pakai yang berbeda. Setiap jenis dikembangkan sesuai kebutuhan kendaraan.

Jenis pertama adalah coolant tradisional atau Inorganic Acid Technology (IAT). Formula ini sudah digunakan sejak lama dan biasanya cocok untuk mobil model lama. Bahan utamanya berupa campuran air, ethylene glycol, dan zat pelindung karat. Fungsinya menjaga komponen sistem pendingin berbahan besi agar tidak mudah rusak. Namun, coolant ini perlu diganti lebih sering.

Berikutnya ada Organic Acid Technology (OAT). Teknologi ini dibuat khusus untuk mesin modern yang banyak memakai material aluminium. Kandungannya tidak memiliki silikat atau borat sehingga tidak meninggalkan kerak di dalam sistem pendingin. Selain itu, usia pakainya jauh lebih lama dibandingkan IAT sehingga lebih praktis untuk penggunaan jangka panjang.

Pilihan ketiga dikenal sebagai Hybrid Organic Acid Technology (HOAT). Jenis ini merupakan perpaduan antara IAT dan OAT. Perlindungannya cukup kuat dan bisa bekerja baik dengan berbagai jenis logam. Karena sifatnya serbaguna, coolant HOAT cocok dipakai pada mobil lama maupun kendaraan keluaran terbaru.

Kuncinya adalah konsisten dalam perawatan. Masalah kecil yang dibiarkan bisa menjadi kerusakan besar dan biaya perbaikan tentu tidak murah. Perawatan radiator mobil yang rutin membantu menjaga kondisi radiator tetap baik dan memastikan perjalanan tetap aman serta nyaman. /Fitri